Profil
· Misi
· Latar Belakang
· Visi
· Struktur Organisasi
· Sumber Daya Manusia
· Sarana dan Prasarana
· Persyaratan
· Subsidi Silang
· Kedudukan Panti
· Tugas Pokok dan Fungsi
· Kebijakan dan Strategi
· Kegiatan Pelayanan
· Proses Pelayanan
· Kerjasama
· Landasan Hukum
· Persyaratan UMUM
· Sasaran Strategis
· Zona Wilayah Bebas Korupsi
Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Kirim Berita
· Kontak Kami
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links
Pencarian


Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.
Pengaduan Masyarakat
Data & Informasi: Penjangkauan pada Lanjut Usia Korban Bencana Alam
Dipublikasi pada Kamis, 06 Oktober 2016 oleh mugie
UPT

 

Laporan Hasil Penjangkauan pada Lanjut Usia Korban Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor di Wilayah Kabupaten/Kota Garut dan Sumedang Tahun 2016


Oleh : Indrawan, S.ST


 

PENDAHULUAN

A. Dasar

DIPA Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Nomor : DIPA-027 04.2.426732/2016 Tanggal 07-12-2015.RV.2 Surat Tugas Kepala Panti Sosial Tresna Werdha “Budhi Dharma” Bekasi Nomor : 2913/PSTW BD-TU/KP.07/09/2016 Tanggal 23 September 2016.

B.    Maksud dan Tujuan

       Maksud :

  1. Melaksanakan Koordinasi dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi wilayah Kabupaten Garut dan Sumedang.
  2. Mengadakan pendekatan awal untuk mengetahui keberadaan Lanjut Usia akibat bancana alam yang berada di tempat pengungsian.
  3. Mengadakan kunjungan lapangan untuk mengetahui dan memahami kondisi fisik, psyikologis, sosial dan lingkungan Lansia pada situasi bencana.
  4. Mensosialisasikan program-program pelayanan PSTW “Budhi Dharma” Bekasi kepada pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta masyarakat di wilayah setempat.

Tujuan :

Mengadakan kerja sama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten/Kota Garut dan Sumedang dalam rangka memberikan rehabilitasi pelayanan dan perlindungan kepada Lansia akibat bencana melalui program pelayanan PSTW “Budhi Dharma” Bekasi

 


C.    Waktu

Waktu Pelaksanaan kegiatan Penjangkauan lanjut usia tahun 2016 berlangsung selama 2 (dua) hari pada tanggal 26 September 2016 sampai dengan 27 September 2016 di wilayah Kabupaten Garut dan Sumedang.



PELAKSANAAN

Pelaksanaan Kegiatan Penjangkauan bagi lanjut usia Tahun 2016 dilaksanakan pada tanggal 26 September 2016 sampai dengan 27 September 2016 di wilayah Kabupaten Garut dan Sumedang dengan kegiatan sebagai berikut :

A.    Koordinasi

Tahap awal dilaksanakan koordinasi dengan pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut pada tanggal 26 September 2016 dan Kabupaten Sumedang pada tanggal 27 September 2016, kemudian ke tempat penampungan pengungsi dan wawancara langsung kepada petugas lapangan TKSK, PSM dan TAGANA dan lanjut usia yang dikunjungi.

B.    Hasil yang di dapat

Selama kegiatan penjangkauan bagi lanjut usia terlantar yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) hari dan Petugas mendatangi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut dan Sumedang diantaranya yaitu :

Kabupaten Garut langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi selaku koordinator bencana alam di Kabupaten Garut diterima oleh Bapak Abuyaya selaku Kabid PPS, dan dari hasil koordinasi tersebut dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut :

  • Diperoleh data lanjut usia terlantar akibat bencana alam banjir bandang yang terjadi, peninjauan lapangan menuju penampungan pengungsi didampingi Ibu Yani Kasie Lanjut Usia dan Bapak Samsudi dari TAGANA ke Makorem Garut yang di dalamnya terdapat lanjut usia dengan jumlah 8 jiwa, tetapi lansia tersebut masih mempunyai keluarga yang bersedia menampung.

  • Lokasi bencana banjir bandang di Kabupaten Garut ada 14 titik lokasi bencana yang terparah diantaranya adalah Cimacan, RSUD, Kodim, SLB, PSTW Jiwa Baru Garut dan Pasar.

  • Meninjau lokasi PSTW Jiwa Baru Kabupaten Garut yang hancur terkena bencana banjir bandang terdapat 2 (dua) orang lansia yang menjadi korban, sementara 73 orang Lansia yang selamat di evakuasi ke PSTW Paku Tandang Ciparay Kabupaten Bandung.

  • Peninjauan lapangan ke penampungan pengungsi Rusunawa Kabupatern Garut terdapat lansia yang menjadi korban tetapi ada keluarganya yang bersedia menampung.


Kabupaten Sumedang langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja diterima oleh Bapak Jaja Jabatan Kasie Lansia dan dari hasil koordinasi tersebut dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut :

  • Lokasi bencana tanah longsor di Kabupaten Sumedang yang cukup parah di Kampung Leuwisari (data terlampir) yang sampai dengan saat ini gelombang pengungsi masih berdatangan, karena merasa khawatir terjadi bencana longsor susulan karena curah hujan yang masih cukup deras, untuk lokasi penampungan evakuasi para korban dipusatkan di 4 (empat) titik, dua diantaranya yaitu Kodim 0610 Siliwangi Kabupaten Sumedang dan GOR Tajimalela Kabupaten Sumedang.

  • Peninjauan lapangan ke Kodim Kabupaten Sumedang yang menjadi tempat pengungsian penanganan anak-anak untuk sekolah sementara.

  • Peninjauan ke GOR Tajimalela Kabupaten Sumedang sebagai lokasi penampungan korban bencana tanah longsor didampingi oleh Bapak T. Bob relawan sosial diperoleh keterangan bahwa terdapat 437 orang pengungsi di Gor Tajimalela yang setiap harinya terus bertambah, karena banyak masyarakat yang tinggal dekat lokasi merasa khawatir terjadi tanah longsor susulan dari data pengungsi tersebut terdapat 83 orang yang berusia lanjut tetapi mereka masih mempunyai anak dan keluarga yang peduli dan mau merawat lansia tersebut, terdapat 2 (dua) orang yang sudah tidak mempunyai keluarga tetapi tidak mau meninggalkan tanah kelahirannya meski sebagian rumahnya hancur. 

Pada tanggal 29 September 2016, 2 (dua) hari setelah kami melakukan penjangkauan, kami mendapat rujukan 2 (dua) orang Lansia korban bencana untuk segera mendapat pelayanan panti yaitu :

a.    Bapak Suwarno usia 80 tahun
b.    Ibu “Y” (tidak diketahui namanya karena pikun) usia 75 tahun.

 

 

Nama : Suwarno

Umur : 80 Tahun

Alamat : Garut

 

 

 

 

 

 

 

Nama : Y (tidak diketahui namanya karena pikun)

Umur : 75 Tahun

Alamat : Garut

 

 

 

 C.    Kendala / Hambatan

Petugas dalam melaksanakan kegiatan Penjangkauan bagi lanjut usia terlantar akibat bencana alam tahun 2016 dari Panti Sosial Tresna Werdha “Budhi Dharma” Bekasi dengan pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Pihak terkait tidak ada kendala/hambatan mereka sangat berperan aktif dan mensupport dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh PSTW “Budhi Dharma” Bekasi.

D.    Rekomendasi

  1. Diperlukan adanya koordinasi yang tidak terputus antara pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi maupun Pihak Pemda setempat, agar siap membantu untuk melakukan rujukan Lansia baik kekeluarga /keluarga pengganti, Yayasan/Lembaga yang memberikan pelayanan sosial Lansia.

  2. Perlu adanya petugas Pendamping daerah atau petugas dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan TKSK jika ada Warga lanjut usia akibat bencana alam menjadi terlantar untuk segera ditangani baik itu di trauma center maupun menjadi klien reguler PSTW “Budhi Dharma” Bekasi.

 
Link Terkait
· UPT
· Lebih Banyak Tentang UPT
· Berita oleh mugie


Berita terpopuler tentang UPT:
Sekilas Tentang PSTW 'Budhi Dharma' Bekasi

Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek

Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak

Topics Terkait

UPT

"Penjangkauan pada Lanjut Usia Korban Bencana Alam" | Login / Daftar | 0 komentar
Isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengirimnya.

Anda tidak dibolehkan mengirim komentar, silakan daftar di sini
 
 
Provided By Free PHPNUKEThemes | Freethemes4all.com. PHPNuke Theme Design By Ethaidesign.com